Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dari tiga sumber berbeda di Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, yaitu air sungai, air sumur gali, dan air PDAM, dengan memanfaatkan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Parameter yang diuji meliputi Total Dissolved Solids (TDS), pH, dan temperatur sebagai indikator utama kualitas air. Sistem IoT menggunakan sensor pH, TDS, dan suhu yang terintegrasi dengan mikrokontroler untuk mengirimkan data secara real-time ke platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel masih memenuhi standar kualitas Golongan A berdasarkan parameter TDS, namun nilai pH pada ketiga sumber air berada di bawah standar baku mutu (6,5–8,5), sehingga memerlukan penyesuaian sebelum dikonsumsi. Temperatur air dari seluruh sampel berada dalam batas normal sesuai standar kualitas air. Penelitian ini membuktikan efektivitas IoT sebagai metode monitoring kualitas air yang responsif, akurat, dan dapat diterapkan untuk mendukung program pengelolaan air bersih di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2025