Abstrak Latar belakang: ASI Eksklusif merupakan program prioritas dan sebagai salah satu indikator kualitas kesehatan bayi dan balita. Berikut capaian cakupan ASI eksklusif di tingkat global tahun 2022 mencapai 48%, Indonesia mencapai 67,96%, Jawa Timur 69,72%, dan Kabupaten Jember mencapai 69,5%. Pijat Woolwich merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi ASI, dengan pemijatan pada sinus laktifirus yang terletak 1-1,5 cm diatas areola payudara. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pijat Woolwich terhadap berat badan bayi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain quasi experiment dengan non equivalent pretest – posttest with control group. Populasi nya 42 ibu menyusui secara eksklusif dan bayi usia 0-6 bulan di PMB Ny. “F”, jumlah sampel 30 dengan tehnik simple random sampling yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: Rata-rata peningkatan berat badan bayi kelompok intervensi post test 268 gram dan kelompok kontrol 98,66 gram Berdasarkan hasil uji independen sampel t-test diperoleh p-value 0,022 <0,05, menandakan adanya perbedaan antara rata-rata peningkatan berat badan kelompok intervensi dan kontrol Kesimpulan: Pijat Woolwich pada ibu menyusui dapat mempengaruhi peningkatan berat badan bayi.
Copyrights © 2024