Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lanjut usia dan menjadi penyebab utama kecacatan maupun kematian di usia senja. Kondisi ini dipicu oleh faktor kelemahan fisik, gangguan keseimbangan, penurunan penglihatan, serta kurangnya asupan nutrisi seperti vitamin D dan kalsium yang berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Fenomena tersebut juga terjadi pada jemaat lanjut usia di Gereja BNKP Marindal 1 Medan yang menunjukkan penurunan kemampuan motorik dan meningkatnya ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran risiko jatuh pada jemaat lansia di Gereja BNKP Marindal 1 Medan tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total sampling sebanyak 72 responden lansia, menggunakan instrumen Morse Fall Scale (MFS) yang telah teruji keandalannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yaitu 29 orang (72,5%), berada pada kategori risiko jatuh tinggi, sementara 10 orang (25%) berada pada risiko rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya program pencegahan berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan, latihan keseimbangan, dan pemantauan kondisi lingkungan gereja agar lansia dapat mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup yang optimal
Copyrights © 2025