Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) seperti asam dekosoheksanoat (DHA) dan eikosapentanoat (EPA) merupakan asam lemak yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Sementara itu, asam lemak tersebut berperan penting dalam proses biokimia dan fisiologi tubuh berkaitan dengan perkembangan sistem neuron, retina, kardiovaskuler, dan imun. Sehingga, asam lemak tersebut dikategorikan esensial bagi tubuh. DHA dan EPA umumnya diperoleh dari serealia, ikan, dan tiram. Terkadang juga, masyarakat mengonsumsi suplemen berupa kapsul berisikan asam lemak PUFA. Akan tetapi, suplemen tersebut memiliki harga yang relatif mahal bagi sebagian orang. Hal ini berkaitan dengan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan suplemen tersebut sulit dan langka untuk diperoleh. Oleh sebab itu, pencarian sumber alternatif lain menjadi perhatian penting pada industri pharmaceutical dan nutraceutical. Bioprospeksi mikroorganisme penghasil bahan baku berupa DHA dan EPA menjadi salah satu upaya yang masif dilakukan dalam beberapa dekade terakhir. Hal tersebut dikarenakan, bahan baku yang digunakan sebisa mungkin diperoleh dari sumber yang dapat diperbaharui, murah dan memiliki potensi untuk dikembangkan agar mengurangi biaya produksi, sehingga lebih efisien. Mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh bahan baku tersebut salah satunya yaitu mikroalga. Berdasarkan laporan penelitian, beberapa spesies mikroalga mampu menghasilkan DHA dan EPA dalam jumlah yang cukup tinggi. Spesies mikroalga yang potensial untuk dikembangkan secara bioteknologi dalam mendapatkan DHA dan EPA yaitu Schizochytrium sp. sehingga dalam artikel ini akan dilakukan pengkajian mengenai Schizochytrium sp. yang dapat dijadikan sumber potensial secara komersial untuk memperoleh DHA dan EPA serta pengaplikasiannya.
Copyrights © 2025