Metode elemen hingga merupakan metode numerik dengan proses meshing yang diterapkan dengan program komputer. FEM dapat memecahkan masalah baik dalam bidang teknik sederhana maupun kompleks. FEM memiliki beberapa kelemahan seperti akurasi yang rendah dan tidak dapat diterapkan pada elemen dengan rasio Poisson kurang dari 0,5. Kekurangan ini dapat diatasi dengan FEM-K, meskipun FEMK tidak kontinu sepanjang batas antar elemen. Penelitian ini akan dilakukan dengan kondisi getaran bebas dan redaman yang dapat diabaikan. Penelitian dilakukan terhadap enam model tegangan bidang atau regangan bidang, yaitu balok kantilever, balok sederhana, busur, dinding geser, lereng, dan model pelat kantilever tirus berlubang. Pada masing-masing model, hasil metode FEMK menunjukkan adanya konvergensi seiring dengan bertambahnya jumlah layer dan bertambahnya base yang digunakan.
Copyrights © 2025