Abstrak Dalam perencanaan ruang publik di kawasan cagar budaya, arsitek dan perencana umumnya lebih fokus pada aktivitas formal dan mengabaikan aktivitas informal. Aktivitas informal di ruang publik muncul tanpa perencanaan namun sejatinya dipicu oleh aktivitas formal yang dirancang. Fenomena ini membentuk suatu ritme ruang urban yang kontradiktif sehingga menghasilkan makna ruang publik yang ambigu. Penelitian ini mengkaji fenomena kontradiksi ruang sosial publik yang timbul akibat informalitas sebagai dampak revitalisasi kawasan cagar budaya dengan mengambil Kawasan Siola di Surabaya sebagai studi kasus. Studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori rhythmanalysis dari Lefebvre dengan metode wawancara dan observasi lapangan. Pembacaan ruang dilakukan dengan mengkaji lima variabel: elemen fisik dan non-fisik, jenis kegiatan, pola penggunaan ruang, objek pengisi ruang, serta dimensi waktu. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas informal memiliki peran penting dalam pembentukan ruang kota. Informalitas menjadi elemen kunci dalam menanggapi dinamika ruang kontradiktif dan menjadi tantangan dalam pendekatan desain urban di kawasan perkotaan, khususnya kawasan cagar budaya. Abstract In the process of planning of public spaces within heritage areas, architects and planners tend to focus on formal activities while neglecting informal ones. Informal activities in public spaces usually emerge without prior planning; however, it may be triggered by the designed formal activities. This phenomenon generates a contradictory urban spatial rhythm, resulting in an ambiguous meaning of public space. This study examines the phenomenon of social space contradiction arising from informality as an impact of heritage area revitalisation, taking the Siola area in Surabaya as a case study. The research employs a qualitative approach based on Lefebvre’s theory of rhythmanalysis, using interviews and field observations. Spatial interpretation is conducted through five variables: physical and non-physical elements, types of activities, spatial use patterns, spatial objects, and temporal dimensions. The findings reveal that informal activities play a significant role in shaping urban space. Informality becomes a key element in responding to the dynamics of contradictory space and presents a challenge for urban design approaches, particularly in heritage areas.
Copyrights © 2025