Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi sistem pengelolaan piutang di sebuah Perusahaan Edutech yang menggunakan model bisnis berlangganan. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan piutang, strategi penagihan, tantangan yang dihadapi, serta solusi alternatif untuk mengatasi piutang tak tertagih. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan manajer keuangan sebagai sumber informasi utama. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa perusahaan mengkategorikan status klien ke dalam dua kategori, yakni churn (berhenti berlangganan) dan freeze (layanan ditangguhkan). Piutang dari klien yang churn umumnya ditangani melalui penghapusan setelah dicadangkan, sedangkan klien yang freeze akan mengalami pemutusan akses jika terutang lebih dari tiga bulan. Strategi penagihan yang diterapkan oleh perusahaan menghadapi tantangan berupa kesulitan dalam menemukan kontak PIC karena adanya pergantian dan komunikasi digital yang kurang efektif. Untuk mengatasi piutang yang sulit ditagih, perusahaan berkolaborasi dengan tim customer experience dan customer support untuk mencari kontak terbaru, serta mengirimkan surat persetujuan pemutihan piutang. Penelitian ini memberikan wawasan baru dengan mengungkap ciri khas pengelolaan piutang di Perusahaan Edutech yang berbeda dari perusahaan tradisional, terutama dalam hal pola langganan dan dinamika digital.
Copyrights © 2026