Terong gelatik (Solanum melongena L./merupakan salah satu sayuran yang paling digemari di Indonesia, karena memiliki rasa yang manis, tekstur yang renyah, dan kandungan gizi yang tinggi. Namun, produktivitasnya mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2022, yaitu sebesar 23,9%dibandingkan tahun sebelumnya, yang diduga disebabkan oleh menurunnya ketersediaan hara. Upaya potensial yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah peningkatan kesuburan tanah melalui aplikasi biochar tempurung kelapa dan biofertilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aplikasi gabungan biochar tempurung kelapa dan biofertilizer terhadap konduktivitas listrik (EC) dan pertumbuhan terung gelatik, Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan 10 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC mengalami penurunan setiap minggu pengamatan. Nilai EC tertinggi tercatat pada minggu ke-0 pada perlakuan P1 dengan nilai 1,81 mS/cm,yang menunjukkan ketersediaan hara optimal bag pertumbuhan tanaman. Namun, pada minggu ke-3dan ke-6, nilai EC mengalami penurunan yang signifikan pada semua perlakuan, yang menunjukkan adanya penurunan ketersediaan hara. Dalam hal pertumbuhan tanaman, nilai keseluruhan tertinggi tercatat pada perlakuan P7.
Copyrights © 2026