Pemeliharaan larva ikan betok (Anabas testudineus) merupakan fase krusial yang membutuhkan pengelolaan lingkungan secara presisi, terutama terkait kesiapan media pemeliharaan, pemberian pakan awal, dan kestabilan kualitas perairan. Pada tahap ini, larva dipelihara dalam wadah terkontrol dengan perhatian utama pada keseimbangan parameter fisika-kimia air serta kesesuaian ukuran dan kandungan nutrisi pakan terhadap kapasitas makan larva. Kondisi tersebut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup dan mendukung pertumbuhan larva secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sumber air yang berbeda terhadap performa pemeliharaan larva ikan betok. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga jenis sumber air sebagai perlakuan, yaitu air sumur bor, air sungai, dan air olahan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup dan mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air sumur bor memberikan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu Perlakuan A menghasilkan survival rate rata-rata tertinggi sebesar 97,1% dengan mortalitas 3,8%, diikuti Perlakuan B dengan survival rate 96,6% dan mortalitas 3,3%, sedangkan Perlakuan C menunjukkan survival rate terendah sebesar 94,2% dengan mortalitas 5,7%. Kondisi kualitas air selama penelitian relatif stabil, dengan kisaran suhu 29,2–29,3°C, pH 6,6–6,7, serta konsentrasi oksigen terlarut (DO) antara 11,2–11,7 mg/L. Kata Kunci :
Copyrights © 2026