Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan social media marketing dan strategi penetapan harga jual dalam upaya meningkatkan volume penjualan pada UMKM Batik Jawon Yogyakarta. Sebagai salah satu unit usaha kreatif di Yogyakarta, Batik Jawon menghadapi tantangan persaingan pasar yang menuntut adaptasi teknologi digital dan pengelolaan keuangan yang efektif. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi partisipatif dan wawancara lapangan selama kegiatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Batik Jawon memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana promosi produk, tetapi juga sebagai media edukasi budaya untuk membangun pengalaman konsumen (experiential marketing). Selain itu, penetapan harga jual dilakukan dengan mempertimbangkan kompleksitas proses produksi seperti perbedaan teknik batik tulis dan cap serta efisiensi biaya bahan baku. Pengintegrasian promosi digital yang edukatif dan kebijakan harga yang kompetitif terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas volume penjualan produk di tengah modernisasi industri batik. Pengabdian ini merekomendasikan perlunya penguatan teknis pemasaran digital yang lebih sistematis untuk memperluas jangkauan pasar UMKM.
Copyrights © 2026