Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang 60-61,9% terhadap PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, sementara ekonomi kreatif tumbuh pesat hingga 7-8% PDB dengan subsektor seperti fesyen, kuliner, dan aplikasi teknologi. Digitalisasi menjadi krusial untuk mengatasi tantangan seperti literasi rendah dan infrastruktur tidak merata, sekaligus memanfaatkan peluang e-commerce dan social commerce. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digitalisasi UMKM sebagai penggerak ekonomi kreatif, mengidentifikasi peluang dan tantangan, serta merumuskan strategi penguatan transformasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dari literatur akademik, laporan Bappenas, LIPI, BPS periode 2022-2025, dengan analisis isi dan triangulasi sumber untuk validitas. Hasil menunjukkan digitalisasi mendorong inovasi produk, efisiensi operasional via cloud accounting dan analytics, akses fintech seperti QRIS serta crowdfunding, serta ekspansi pasar global melalui marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Peluang mencakup promosi viral Reels/Shorts dan inkubasi startup, sementara tantangan meliputi literasi digital rendah (hanya 30% UMKM optimal), kesenjangan infrastruktur rural, dan keamanan siber. Strategi solusi terintegrasi seperti Digital Talent Scholarship, Palapa Ring, dan KUR Digital Rp500 triliun dapat capai 40 juta UMKM online pada 2025.
Copyrights © 2025