Era globalisasi dan ekonomi digital menuntut UMKM Indonesia untuk mengadopsi strategi branding digital guna memperkuat daya saing di pasar global, di mana kehadiran online yang kuat memengaruhi 70% keputusan pembelian konsumen melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Tantangan seperti literasi digital rendah, keterbatasan modal, dan regulasi ekspor menghambat hanya 15% UMKM yang berhasil menembus pasar internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi branding digital efektif bagi UMKM, mencakup identitas merek, konten, advertising, dan e-commerce global, serta faktor pendukung-penghambatnya untuk transformasi berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan 10 pelaku UMKM dari sektor fashion, kuliner, dan kerajinan, dilengkapi observasi media sosial, e-commerce, dan data sekunder dari literatur serta laporan pemerintah selama tiga bulan. Analisis tematik mengidentifikasi pola strategi, faktor, dan implikasi. Hasil menunjukkan strategi terintegrasi seperti USP unik, SEO multibahasa, konten UGC, micro-influencer, dan marketplace seperti Etsy meningkatkan omset hingga tiga kali lipat serta ekspansi ke 10 negara dalam 1-2 tahun, didukung akses teknologi dan pelatihan pemerintah. Faktor penghambat meliputi literasi digital minim (60% UMKM) dan birokrasi ekspor, dengan implikasi peningkatan visibilitas 70%, ROI 40%, dan target 30 juta UMKM digital pada 2029 melalui sinergi stakeholder.
Copyrights © 2025