Abstrak: Wakaf adalah salah satu instrumen filantropi yang penting dalam Islam. Pengelolaan wakaf yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan pengambilan keputusan yang tepat oleh nadzir wakaf. Pendekatan etika dapat menjadi panduan bagi nadzir wakaf dalam mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendekatan etika teleologi dan etika deontologi dalam pengambilan keputusan nadzir wakaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan wakaf yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Etika teleologi dapat digunakan untuk mengevaluasi konsekuensi positif dan negatif dari setiap keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil haruslah menghasilkan konsekuensi yang bermanfaat bagi wakif, masyarakat, dan wakaf itu sendiri. Etika deontologi dapat digunakan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan kewajiban dan prinsip moral yang berlaku. Keputusan yang diambil haruslah didasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan transparansi. Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dan dapat digunakan secara bersama-sama untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Nadzir wakaf perlu menerapkan pendekatan etika dalam pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa wakaf dikelola secara efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kata kunci: etika teleologi, etika deontologi, pengambilan keputusan, nadzir wakaf.
Copyrights © 2024