Pada tahun 2019, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Namun, pada 2020, pandemi Covid-19 melumpuhkan industri pariwisata hingga 50%. Untuk mengatasi dampak ini, Indonesia dan Australia menjalin kerja sama melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang terjalin sejak 1945 memberikan nilai strategis bagi kedua negara. Australia, dengan ketergantungan pada sektor pariwisata, pendidikan, dan keuangan, melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama. Fokus utama kerja sama ini adalah menarik investor Australia ke industri pariwisata Indonesia, khususnya di Labuan Bajo, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi literatur. Fokus penelitian adalah dampak investasi terhadap pengembangan pariwisata Labuan Bajo pada 2021-2023. Beberapa tantangan di Labuan Bajo, seperti akses jalan yang terbatas dan pengelolaan sumber daya manusia serta sampah yang buruk, mendorong perlunya investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi melalui IA-CEPA telah menghasilkan pembangunan infrastruktur pariwisata, seperti perbaikan jalan, trotoar, drainase, dan pelestarian lingkungan, mendukung Program Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo (DPSP).
Copyrights © 2024