Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi implementasi kerja sama Indonesia dan China di sektor pariwisata 2018-2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data tinjauan literatur dan menggunakan tipe data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori evaluasi kebijakan dengan beberapa kriteria seperti efektivitas, efisiensi, kecukupan, kesamaan, daya tanggap, dan konsistensi untuk mengukur keberhasilan suatu program atau kebijakan publik dari kerja sama pariwisata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan China di bidang pariwisata mengalami kendala dalam pelaksanaan kerja sama pariwisata yang disebabkan oleh Zero Fare Tour dari tahun 2013 hingga 2018 yang merugikan pariwisata Indonesia. Kemudian pada tahun 2019 hingga 2022 muncul permasalahan baru yaitu Covid-19 yang menyebabkan seluruh kegiatan pariwisata dan ekonomi di tanah air terhenti, sehingga hal ini berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal, serta wisatawan dari China yang mengalami penurunan yang sangat rendah pada tahun 2019 hingga 2022. Dalam hal ini, ada dua faktor yang menjadi fokus pembahasan yang diambil oleh penulis, yaitu implementasi kerja sama antara Indonesia dan China di sektor pariwisata, dan evaluasi kerja sama antara Indonesia dan China
Copyrights © 2024