Lingkungan yang tercemar tidak hanya memiliki dampak negatif yang serius tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan dan kesehatan manusia. Pengelolaan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan alam, dalam hal ini Indonesia sebagai negara kedua setelah China sebagai penghasil sampah plastik terbesar dengan jumlah mencapai 3,2 juta ton/tahun. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia untuk mengedepankan aspek keberlanjutan, karena jika tidak, akan menimbulkan masalah yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan kerja sama Program Dukungan Lingkungan Lingkungan Tahap 3 (ESP 3) Indonesia dengan Denmark di Kabupaten Cilacap, yang dianalisis menggunakan teori lingkunganisme oleh Kate O'Neill. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan kerja sama Program Dukungan Lingkungan Hidup Tahap 3 (ESP 3) antara Indonesia dan Denmark di Kabupaten Cilacap di bidang lingkungan memiliki dua alasan yang menjadi dasar bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan Denmark di Kabupaten Cilacap. Pertama, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi pengelolaan sampah berbasis RDF. kedua, transisi ke energi alternatif untuk pabrik semen lokal. Sehingga dari dua alasan tersebut, berjalan dengan baik dengan hasil yang signifikan
Copyrights © 2025