Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana startegi Filipina dalam menghadapi agresivitas Tiongkok di Kepulauan Spratly. Penulis menggunakan konsep bandwagoning untuk menjawab strategi Filipina. Bandwagoning merupakan sikap negara beraliansi dengan negara pengancam bagi negara pelaku bandwagoning. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, menggunakan data penelitian sekunder dan teknik analisis data dengan studi Pustaka. Terdapat 4 faktor dalam bandwagoning yaitu aggregate power, geographic proximity, offensive power dan aggressive intention. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor geographic proximity dan aggressive intention menunjukkan Tiongkok merupakan ancaman nyata bagi Filipina. Melalui faktor aggregate power dan offensive power menampilkan bahwa Tiongkok memiliki sumber daya yang besar sehingga Filipina memiliki peluang melakukan Kerjasama dengan Tiongkok agar mempertahankan Kepulauan Spratly, proses Kerjasama inilah yang disebut strategi bandwagoning. Kerjasama yang dilakukan Filipina melalui Kerjasama ekonomi dan keamanan.
Copyrights © 2025