Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ikatan orang tua–anak terhadap kesejahteraan psikologis remaja, serta menelusuri peran harga diri sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Partisipan penelitian ini berjumlah 385 remaja Indonesia berusia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Parental Bonding Instrument (PBI), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Psychological Well-Being Scale (PWBS). Analisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan orang tua–anak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan remaja (β = 0.358, p < 0.001) serta melalui mediasi harga diri (β = 0.147, p < 0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan emosional yang hangat dan suportif dari orang tua dapat meningkatkan harga diri remaja, yang pada gilirannya memperkuat kesejahteraan psikologis remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam memperkuat kesejahteraan remaja melalui pengasuhan yang responsif dan penerimaan tanpa syarat.
Copyrights © 2026