Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika coping stress pada mahasiswa rantau yang bekerja. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan wawancara terstruktur. Partisipan berjumlah empat orang berusia 21–23 tahun yang dipilih dengan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan yaitu mahasiswa aktif, merantau, dan bekerja di sela perkuliahan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memanfaatkan strategi emotion-focused coping dan problem-focused coping. Strategi emotion-focused coping dilakukan dengan menjaga jarak, mengontrol diri, mengambil hikmah, menghindari pikiran berlebih, tetap mengerjakan tugas, serta memperkuat spiritualitas melalui ibadah. Sementara itu, strategi problem-focused coping dilakukan dengan merencanakan solusi, mencari dukungan sosial, dan menghadapi masalah secara langsung. Penelitian ini menemukan dampak negatif berupa stres, keterlambatan akademik, dan kebiasaan kurang sehat, serta dampak positif berupa kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan manajemen waktu. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi kedua strategi coping membantu mahasiswa rantau lebih adaptif menghadapi tuntutan kuliah dan bekerja. Implikasi penelitian ini memperkaya kajian coping stress mahasiswa sekaligus memberi manfaat praktis bagi mahasiswa, kampus, dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendampingan psikologis, pelatihan manajemen waktu, serta dukungan sosial yang lebih adaptif.
Copyrights © 2025