Pendidikan inklusi mendukung anak berkebutuhan khusus melalui penyesuaian dari orang tua, guru, dan siswa reguler. Siswa tanpa disabilitas perlu dilatih untuk menerima dan memahami kondisi teman-teman mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pada siswa SD, kemampuan ini tidak muncul secara alami, sehingga perlu dorongan, pendidikan, dan arahan untuk mengembangkan empati mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi Siswa Peduli ABK (SIPA) dalam meningkatkan empati siswa terhadap anak berkebutuhan khusus. Psikoedukasi SIPA dikembangkan berdasarkan teori empati dan taksonomi mekar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, melibatkan 30 siswa kelas 5 dan 6 SD yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji RM Anova menunjukkan bahwa psikoedukasi SIPA efektif dalam meningkatkan empati siswa (F hitung = 13.9; p<.001; n2p =.516). Artinya psikoedukasi SIPA efektif dalam meningkatkan empati siswa.
Copyrights © 2025