Bersepeda telah muncul sebagai salah satu bentuk mobilitas yang menonjol dan dapat meningkatkan kesehatan individu. Namun, peningkatan jumlah pesepeda ini juga diikuti oleh meningkatnya jumlah kecelakaan yang melibatkan pesepeda di jalan. Penelitian-penelitian sebelumnya dalam bidang psikologi lalu lintas menunjukkan adanya korelasi antara tingkat kecelakaan dengan perilaku berkendara berisiko di jalan. Kecelakaan di jalan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial, serta faktor individu seperti kepribadian pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara dimensi kepribadian pesepeda dan perilaku bersepeda berisiko di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Sebanyak 241 pesepeda berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik snowball sampling. Perilaku bersepeda berisiko diukur menggunakan Cycling Behavior Questionnaire (CBQ) (α = 0,7–0,85), sedangkan kepribadian diukur menggunakan Big Five Inventory (BFI) (α = 0,7–0,87). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara dimensi agreeableness dan conscientiousness pada BFI dengan dimensi error dan violation pada CBQ (r = -0,224 – -0,300, p < 0,05). Selain itu, ditemukan pula korelasi positif dan signifikan antara dimensi neuroticism pada BFI dengan dimensi error (r = 0,292, p < 0,05) dan violation (r = 0,331, p < 0,05) pada CBQ. Temuan ini menunjukkan faktor kepribadian perlu dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan keselamatan bersepeda.
Copyrights © 2025