Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi single mother pascakematian pasangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif terhadap tiga single mother yang berstatus cerai mati, memiliki pekerjaan, dan memiliki anak yang masih harus diasuh. Data diperoleh melalui angket, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menemukan lima tema pembentukan resiliensi single mother pascakematian pasangan, yaitu kedukaan, penerimaan, penyesuaian, kemandirian, dan berkembang. Terdapat tujuh aspek resiliensi yang muncul di dalam fase pembentukan kemampuan resiliensi single mother pascakematian pasangan, yaitu emotion regulation, impulse control, causal analysis, emphaty, self efficacy, reaching out, dan optimism serta terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhinya, yaitu faktor risiko dan faktor protektif. Setiap subjek memiliki pengalamannya masing-masing dalam membentuk kemampuan resiliensi di setiap tema.
Copyrights © 2025