Penggunaan media sosial yang semakin intens di kalangan mahasiswa telah menjadi bagian dari aktivitas harian dan sering dikaitkan dengan menurunnya kemampuan mempertahankan fokus selama proses belajar. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah intensitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap attention span pada mahasiswa. Penelitian berlandaskan metode kuantitatif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional) dan analisis regresi linear sederhana. Sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2024 memenuhi kriteria partisipasi dan menjadi sampel penelitian. Pengukuran dilakukan menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Attentional Control Scale (ACS), kemudian data dianalisis melalui perangkat JASP versi 0.95. Hasil mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak memberi pengaruh yang berarti terhadap attention span (B = 0,057; β = 0,064; p = 0,530; R² = 0,004). Model regresi yang terbentuk adalah Y = 31,283 + 0,057X. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perbedaan tingkat penggunaan media sosial tidak cukup menjelaskan variasi kemampuan mempertahankan perhatian pada mahasiswa. Faktor lain seperti tuntutan akademik, kualitas tidur, dan kemampuan regulasi diri diperkirakan lebih berperan dalam membentuk attention span.
Copyrights © 2026