Jurnal EMPATI
Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025)

HUBUNGAN SELF DISCLOSURE DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DAARUT TAQWA IHSANIYYA YOGYAKARTA

Ghina Imtinan (Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar)
Mutia Aini Ahmad (Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2026

Abstract

Pokok permasalahan dalam jurnal inii adalah mengenai kondisi remaja di Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya Yogyakarta yang menghadapi berbagai tantangan psikologis dan penyesuaian diri setelah kehilangan orang tua atau harus tinggal di Panti Asuhan. Keadaan remaja di Panti Asuhan menunjukkan bahwa beberapa remaja memiliki tingkat resiliensi (kemampuan bertahan menghadapi masalah) yang rendah, yang tercermin dari reaksi negatif mereka saat menghadapi masalah dan kesulitan mengungkapkan diri (self disclosure) kepada orang lain. Self disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendukung perkembangan psikologis remaja. Di sisi lain, resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan dan kesulitan hidup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di Panti Asuhan tersebut.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel self disclosure dengan resiliensi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 69 remaja, dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 65 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert pada kedua variabel yaitu skala self disclosure dan skala resiliensi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasion pearson produck moment melalui SPSS versi 26.Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan (r = 0, 865; p > 0,05) dengan nilai corelation 0,22 (tidak berhubungan), yang artinya Ha (hipotesis alternatif) di tolak dan Ho (hipotesis null) di terima. Hal ini mengindikasikan bahwa self disclosure remaja tidak secara langsung memengaruhi resiliensi mereka. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan resiliensi pada remaja panti asuhan sebaiknya tidak hanya berfokus pada self disclosure, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan hidup.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

empati

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, ...