Penelitian ini bertujuan untuk menngetahui apakah ada hubungan antara perasaan negatif terhadap citra tubuh yang kurang ideal dan perilaku perisakan terhadap kesejahteraan spiritual siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama dan Atas di Salatiga. Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas merupakan individu yang sedang berada dalam masa remaja awal sampai pertengahan yang mengalami perubahan bentuk tubuh. Ketidaksesuaian antara bentuk tubuh yang dimiliki dengan standar ideal yang ada, menimbulkan perasaan negatif terhadap citra tubuh mereka. Ketidaksesuaian tersebut cenderung membuat mereka menjadi korban perilaku perisakan. Mereka berisiko memiliki hubungan yang renggang dengan pencipta-Nya, karena merasa dirinya diciptakan berbeda dengan orang lain dengan memiliki bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan standar ideal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi korelasional. Subjek penelitian berjumlah 164 orang yang terdiri dari 38 siswa/i dari satu sekolah Sekolah Menengah Pertama dan 124 siswa/i Sekolah Menengah Atas. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala citra tubuh, skala perisakan dan skala kesejahteraan spiritual. Analisis data yang digunakan adalah teknik rank spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra tubuh negatif berhubungan dengan kesejahteraan spiritual dengan nilai signifikansi 0.001. Namun ditemukan juga bahwa perisakan tidak berhubungan dengan kesejahteraan spiritual dengan nilai signifikansi 0.138.
Copyrights © 2025