Masalah utama dalam school well-being pada siswa SMA saat ini adalah tingginya tekanan akademik yang sering menyebabkan stres dan kecemasan. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan menyeimbangkan tuntutan akademis dengan kebutuhan emosional, sehingga mengganggu kesejahteraan mereka di lingkungan sekolah. School well-being mengacu pada persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah, yang mencakup aspek sosial, akademik, dan emosional. Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi school well-being pada siswa SMA. Artikel yang digunakan diambil dari Google Scholar dan Frontiers dalam kurun waktu enam tahun terakhir (2018–2024), dengan kata kunci “School Well-being” ATAU “Kesejahteraan Sekolah” DAN “Siswa SMA” ATAU “High School Students.” Proses seleksi artikel mengikuti kerangka PICOSS (Population, Intervention, Comparative, Results Variable, Study Design, and Arrangement). Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor interpersonal, seperti hubungan dengan teman dan guru, serta dukungan dari sekolah, berperan signifikan dalam meningkatkan school well-being. Selain itu, faktor intrapersonal, seperti regulasi emosi dan motivasi belajar, juga memiliki dampak yang besar. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan sekolah yang lebih holistik untuk mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Copyrights © 2025