Keterpisahan dengan ayah karena perceraian tidak jarang akan bermuara pada ketidakhadiran ayah dalam keluarga. Ketidakhadiran figur ayah secara tidak langsung berdampak pula pada hilangnya beberapa peran penting yang seharusnya dijalankan oleh ayah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman remaja putri yang mengalami keterpisahan dengan ayah pasca perceraian. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi, dengan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode in-depth interview. Penelitian ini melibatkan tiga wanita berusia 18-21 tahun, telah ditinggal dan tidak serumah dengan ayah karena perceraian sejak berada di usia 12-17 tahun, serta hanya diasuh dan dibesarkan oleh ibu. Hasil penelitian menghasilkan sembilan tema superordinat yaitu : 1) pengalaman menyenangkan bersama ayah, 2) menyaksikan perselisihan orang tua, 3) perasaan antara lega dan sakit, 4) perubahan sosio ekonomi karena kehilangan ayah, 5) keengganan menjalin relasi dengan lawan jenis, 6) perasaan marah kepada ayah pasca keterpisahan, 7) peredaan rasa marah terhadap ayah, 8) menjadi mandiri untuk pembuktian diri, 9) harapan di masa mendatang. Serta terdapat satu tema khusus yaitu hubungan penuh konflik ketika tinggal dengan ayah. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan dalam ilmu psikologi guna mengantisipasi keluarga yang memutuskan untuk bercerai agar tetap melihat dan memperhatikan kondisi psikologis anak.
Copyrights © 2026