Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi self-monitoring dalam meningkatkan frekuensi membaca harian individu. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen single subject design, yang melibatkan satu partisipan berusia 19 tahun dengan frekuensi membaca rendah. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner frekuensi minat baca yang telah terbukti valid (r = 0,269) dan reliabel (α = 0,869), serta lembar self-monitoring harian. Intervensi dilakukan dalam tiga fase, yaitu baseline, intervensi, dan pasca-intervensi, masing-masing selama tujuh hari. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji One-Sample T-Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam rata-rata durasi membaca harian, dari 30 menit (baseline), meningkat menjadi 115,71 menit (intervensi), dan tetap tinggi pada 102,86 menit (pasca-intervensi). Nilai signifikansi pada ketiga fase menunjukkan p = 0,000, yang berarti peningkatan tersebut bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa self-monitoring efektif tidak hanya sebagai pendorong perubahan perilaku membaca selama intervensi, tetapi juga memiliki efek jangka panjang setelah intervensi dihentikan. Penelitian ini mengisi kekosongan studi sebelumnya yang lebih menekankan pada minat baca tanpa pengukuran langsung terhadap perilaku membaca harian
Copyrights © 2025