Pada setiap tahunnya POLDA Papua melakukan penerimaan calon Brigadir POLRI dan kendala yang sering ditemukan dalam proses penerimaan calon Brigadir POLRI yaitu sulitnya menentukan pelamar (calon) mana yang memenuhi kriteria untuk menjadi anggota Brigadir POLRI dari sekian banyak pelamar, sedangkan pelamar yang akan diterima menjadi anggota Brigadir POLRI terbatas. Dalam menentukan seleksi penerimaan Brigadir, banyak kriteria yang harus dimiliki oleh setiap individu salah satunya adalah kemampuan fisik (Kesamaptaan Jasmani). Dimana pelamar (calon) harus diuji kemampuan fisiknya, sebelum mengikuti pendidikan apabila dinyatakan lulus tes menjadi anggota POLRI. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun suatu sistem pendukung keputusan untuk membantu instansi terkait dalam menyeleksi calon Brigadir POLRI yang mengikuti tes Kesamaptaan Jasmani dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Bahasa pemograman yang digunakan yaitu Borland Delph 7 dan Microsoft Access 2007 sebagai Database. Hasil uji coba sistem yang dibangun dapat membantu panitia dalam menyeleksi calon Brigadir POLRI untuk pria dan wanita yang mengikuti Tes Kesamaptaan Jasmani, dimana sistem yang dibuat dapat menampilkan hasil kelayakan calon Brigadir POLRI yang lulus Tes Kesamaptaan Jasmani.
Copyrights © 2021