Diare pada anak balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah peri-urban, yang sering terkait dengan kualitas air sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas air sumur gali dan kejadian diare pada anak balita. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan sampel 120 anak balita berusia 0–59 bulan. Data kualitas air dianalisis secara mikrobiologis dan fisikokimia, sedangkan data kejadian diare dikumpulkan melalui kuesioner dan verifikasi catatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42% sampel air mengandung Escherichia coli, 55% melebihi ambang batas coliform total, dan 38% anak balita mengalami diare. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kualitas air yang buruk, sumur tidak terlindung, dan penyimpanan air terbuka secara signifikan meningkatkan risiko diare (OR 3,1; CI 95% 1,7–5,4). Penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan sumur, pengolahan air, dan edukasi higienis untuk menurunkan prevalensi diare pada anak balita.
Copyrights © 2025