Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kebersihan lingkungan sekolah dan kejadian penyakit kulit pada siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari siswa Sekolah Dasar usia 6–12 tahun, dengan sampel yang diambil menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi kebersihan sekolah, kuesioner perilaku hygiene siswa, dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi penyakit kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area WC dan kantin memiliki tingkat kebersihan yang lebih rendah dibanding kelas dan ventilasi, serta prevalensi penyakit kulit tertinggi terdapat pada siswa yang bersekolah di lingkungan kurang bersih. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kebersihan lingkungan sekolah dan kejadian penyakit kulit (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kebersihan sekolah dan edukasi hygiene siswa sebagai upaya pencegahan penyakit kulit.
Copyrights © 2025