AbstractThe development of digital technology has had a significant impact on Islamic science and sharia accounting. The validation of weak hadith (daif), which was previously time-consuming, can now be automated through the SMART Sharia concept by integrating artificial intelligence and machine learning. This research emphasizes the importance of hadith validity in supporting transparent and sharia-compliant Islamic accounting. Using a literature review method, the study analyzes SMART Syariah, hadith validation technology, and its relevance to the sustainability of Islamic accounting. Data from journals, proceedings, and scientific books from the last 10 years were then analyzed using thematic synthesis and theory triangulation. The findings reveal that AI and machine learning can automate the identification, classification, and validation of weak hadith more efficiently than manual methods. Additionally, blockchain and big data technologies enhance data transparency and accountability. This integration supports more reliable sharia-based decision-making in accounting. The SMART Sharia concept revolutionizes hadith validation by integrating modern technology into the Islamic accounting framework, making the system more transparent, accountable, and sustainable. The recommendation from this study is the need for cross-disciplinary collaboration between hadith experts, technology developers, and sharia accounting practitioners to accelerate the adoption of the SMART Sharia system globally.Keywords: SMART Sharia; Islamic Technology; Validation of Daif Hadith; Islamic Accounting. AbstrakPerkembangan teknologi digital telah berdampak signifikan pada ilmu Islam dan akuntansi syariah. Validasi hadis lemah (daif), yang sebelumnya memakan waktu, kini dapat diotomatisasi melalui konsep SMART Syariah dengan mengintegrasikan artificial intelligence dan machine learning. Penelitian ini menekankan pentingnya validitas hadis dalam mendukung akuntansi Islam yang transparan dan sesuai syariah. Menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menganalisis SMART Syariah, teknologi validasi hadis, dan relevansinya terhadap keberlanjutan akuntansi Islam. Data dari jurnal, prosiding, dan buku ilmiah dari 10 tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan sintesis tematik dan triangulasi teori. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa AI dan machine learning dapat mengotomatiskan identifikasi, klasifikasi, dan validasi hadis lemah dengan lebih efisien dibandingkan dengan metode manual. Selain itu, teknologi blockchain dan big data meningkatkan transparansi dan akuntabilitas data. Integrasi ini mendukung pengambilan keputusan berbasis syariah yang lebih andal dalam akuntansi. Konsep SMART Syariah merombak validasi hadis dengan mengintegrasikan teknologi modern ke dalam kerangka akuntansi Islam, menjadikan sistem lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya kolaborasi lintas disiplin antara ahli hadis, pengembang teknologi, dan praktisi akuntansi syariah untuk mempercepat adopsi sistem SMART Syariah secara global.Kata Kunci: SMART Syariah; Teknologi Islam; Validasi Hadis Dhaif; Akuntansi Islam.
Copyrights © 2025