Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, mencapai 11,7% di Indonesia (Riskesdas, 2023). Program Prolanis menjadi strategi utama di fasilitas kesehatan primer untuk memberdayakan pasien dalam pengelolaan diet. Namun, rendahnya efikasi diri masih menjadi kendala dalam menjaga kepatuhan. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman, persepsi, dan faktor yang memengaruhi efikasi diri pasien DM Tipe 2 dalam mengelola diet melalui Program Prolanis di UPT Puskesmas Pangkajene Sidrap. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan FGD, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan adanya transformasi perilaku makan dari pola tinggi gula menuju diet sehat dan terkontrol. Efikasi diri terbentuk melalui pengalaman keberhasilan, pengalaman vikarius, persuasi verbal, serta kondisi emosional positif. Edukasi tenaga kesehatan dan dukungan keluarga berperan penting dalam memperkuat keyakinan serta motivasi pasien untuk mempertahankan perilaku diet sehat secara berkelanjutan. Program Prolanis terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, disiplin diri, dan rasa percaya diri pasien dalam mengelola diabetes, menjadikannya model pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026