Ketidakpatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama dan berkontribusi signifikan terhadap munculnya tuberkulosis resisten multidrug (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakpatuhan pengobatan pada pasien TB paru terhadap terjadinya resistensi multidrug (MDR) di Klinik Paru RSUD Gambiran Kediri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel terdiri dari 37 pasien TB paru yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai kepatuhan pengobatan dan checklist untuk mengidentifikasi kasus MDR yang dicurigai. Variabel independen adalah ketidakpatuhan pengobatan, sedangkan variabel dependen adalah terjadinya MDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap pengobatan TB (31 responden; 84%), dan hampir semua responden diklasifikasikan sebagai kasus MDR yang dicurigai (36 responden; 97%). Analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara ketidakpatuhan pengobatan dan terjadinya MDR (p = 0,000; α < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap pengobatan TB secara signifikan meningkatkan risiko resistensi multidrug. Oleh karena itu, meningkatkan kepatuhan pasien melalui edukasi berkelanjutan, supervisi, dan dukungan dari penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk mencegah TB MDR dan meningkatkan hasil pengobatan.
Copyrights © 2026