Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil pada trimester pertama dan dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam mengatasi keluhan tersebut adalah self-efficacy, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam mengelola kondisi kehamilan. Peran suami sebagai sumber dukungan sosial dapat berkontribusi dalam meningkatkan self-efficacy ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran suami dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 46 orang ibu hamil trimester kedua yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pariaman. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran suami dan self-efficacy ibu, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% suami memiliki peran yang baik, sementara 39% memiliki peran kurang. Selanjutnya 59% ibu hamil memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan 41% berada pada kategori rendah. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara peran suami dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah kehamilan (p value = 0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran suami berhubugan dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah kehamilan.
Copyrights © 2026