Jurnal Ners
Vol. 10 No. 2 (2026)

Analisis Hubungan Tingkat Stres Dan Kelelahan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa

Aprianto Guntur Irawan (Universitas Yatsi Madani)
Endriawan Saputra (Universitas Yatsi Madani)



Article Info

Publish Date
23 Feb 2026

Abstract

Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...