This article analyzes the conflict between Paul and Barnabas in Acts 15:36–41 as a leadership dynamic that reflects the tension between grace and responsibility in early church ministry. This study demonstrates that conflict is not merely an obstacle but can serve as a means of character formation, mission expansion, and the development of church leadership. Using a theological and narrative approach, the article explores practical lessons and missiological implications relevant to contemporary ministry.Artikel ini menganalisis konflik antara Paulus dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul 15:36-41 sebagai dinamika kepemimpinan yang mencerminkan ketegangan antara kasih karunia dan tanggung jawab dalam pelayanan gereja mula-mula. Studi ini menunjukkan bahwa konflik bukan hanya hambatan, melainkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter, perluasan misi, dan pengembangan kepemimpinan gereja. Dengan pendekatan teologis dan naratif, artikel ini menggali pelajaran praktis dan implikasi misiologis yang relevan bagi pelayanan kontemporer.
Copyrights © 2025