Website perguruan tinggi menyimpan data penting sehingga rentan terhadap serangan siber apabila tidak dilindungi dengan baik. Permasalahan pada penelitian ini adalah belum diketahuinya tingkat keamanan website UHAMKA serta jenis kerentanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan keamanan website UHAMKA melalui automated vulnerability assessment. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tahapan pengintaian, pemindaian, dan pelaporan, menggunakan alat bantu OWASP ZAP dan Nmap berbasis pemindaian keamanan otomatis. Teridentifikasi 37 potensi kerentanan berdasarkan hasil pemindaian keamanan otomatis. terdiri dari empat kerentanan tingkat sedang dan lima kerentanan tingkat rendah, yang didominasi oleh konfigurasi keamanan header dan pengelolaan plugin. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode pemindaian keamanan otomatis mampu mengidentifikasi potensi kelemahan konfigurasi keamanan pada website UHAMKA. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi keamanan website UHAMKA pada lingkungan perguruan tinggi berbasis layanan digital, serta dapat dijadikan dasar bagi pengelola sistem dalam merumuskan langkah mitigasi dan peningkatan konfigurasi keamanan. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji keamanan website perguruan tinggi dengan pendekatan pengujian yang lebih mendalam, termasuk validasi manual dan analisis dampak kerentanan secara komprehensif pada berbagai konteks institusi pendidikan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi keamanan berkala pada website perguruan tinggi institusi.
Copyrights © 2026