Penelitian ini membandingkan kualitas citra grayscale hasil steganografi menggunakan metode Least Significant Bit (LSB) dan Discrete Cosine Transform (DCT). Perbandingan ini penting karena LSB dan DCT mewakili dua pendekatan utama steganografi, yaitu domain spasial dan domain frekuensi, yang memiliki perbedaan karakteristik dalam kapasitas penyisipan dan kualitas visual citra. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan dataset USC-SIPI dengan variasi parameter LSB (1, 2, dan 4 bit) serta DCT (strength 0.01 dan 0.05). Kualitas citra hasil penyisipan dievaluasi menggunakan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) dan Structural Similarity Index Measure (SSIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCT-strength 0.01 menghasilkan kualitas citra terbaik dengan PSNR 57.47 dB dan SSIM 0.9997. Sementara itu, LSB-1bit memberikan keseimbangan terbaik antara kualitas citra dan kapasitas penyisipan. Hasil ini menunjukkan adanya trade-off antara kualitas dan kapasitas pada kedua metode.
Copyrights © 2026