PT. XYZ merupakan salah satu produsen dalam industri manufaktur yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit di Sumatera Utara. Pada saat ini berdasarkan data yang peneliti dapatkan selama bulan Januari s/d Maret tahun 2024 perusahaan memiliki permasalahan kualitas produk minyak goreng. Jenis reject yang terjadi adalah colour outspec dan free fatty acid (FFA) outspec. Kadar free fatty acid (FFA) dan colour merupakan parameter penting yang mempengaruhi kualitas minyak goreng. Berdasarkan analisa diagram pareto diperoleh colour outspec dengan bobot sebesar 70,16% dan free fatty acid (FFA) outspec dengan bobot 29,84% oleh sebab itu akan dilakukan analisis untuk memperbaiki kedua jenis reject tersebut menggunakan metode six sigma. Metode Six Sigma diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengurangi permasalahan dalam proses produksi, sehingga dapat meningkatkan kualitas minyak goreng yang dihasilkan.Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data, pengolahan data dengan penerapan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan analisa beserta evaluasi. Dengan penerapan Six Sigma, PT. XYZ dapat mengurangi tingkat cacat produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode Six Sigma efektif dalam mengendalikan mutu minyak goreng dengan memantau kadar FFA dan warna.
Copyrights © 2026