Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Bakalanpule, Lamongan masih menjadi isu penting karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta keterbatasan infrastruktur desa. Program pengabdian masyarakat ini dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus memperkenalkan model bank sampah berbasis benchmarking dari desa di Gresik. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi, demonstrasi pembuatan kompos, serta evaluasi pemahaman masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2025 dengan peserta sebanyak 65 orang, mayoritas ibu rumah tangga. Sosialisasi disampaikan melalui presentasi materi, banner workflow diagram bank sampah, serta praktik langsung pembuatan pupuk kompos dari sisa sayuran pasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga terkait pemilahan sampah, pembuatan kompos, serta pemahaman alur kerja bank sampah. Hambatan berupa keterbatasan fasilitas dapat diatasi dengan dukungan kepala desa dan perangkat desa, sementara antusiasme masyarakat menjadi faktor pendukung utama. Program ini menghasilkan luaran berupa praktik pengolahan sampah rumah tangga, publikasi, dan dokumentasi kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam mengelola sampah secara berkelanjutan serta mendorong terciptanya praktik ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Copyrights © 2026