Desain Arsitektural mencakup lebih dari struktur yang dapat menahan dan menyalurkan beban, melainkan juga menyangkut aspek kefungsian dan estetika. Dalam hal ini, fasad atau selubung bangunan adalah wajah yang dapat memberikan identitas arsitektural dalam suatu bangunan. Gedung Singa adalah salah satu gedung peninggalan Kolonial Belanda yang telah berdiri dengan kokoh hingga sekarang. Keberadaan fasad Gedung Singa yang didesain oleh Berlage, sang Arsitek, dengan sangat detail, menghadap ke Jalan Veteran, menjadi penanda masa keemasan Kolonial Belanda di Nusantara. Namun demikian, sekarang kondisi gedung ini membutuhkan perhatian dan perawatan, karena telah ditemukan beberapa tanaman liar yang tumbuh di dinding - dindingnya, di tengah upaya peremajaan kota lama oleh Pemerintah Kota Surabaya. Karena itu, upaya dokumentasi elemen fasad Gedung Singa menjadi upaya yang penting untuk dilakukan, sebagai langkah awal pelestarian gedung ini. Analisis dilakukan dengan memecah fasad menjadi elemen - elemen arsitektural dan mengklasifikasinya dalam guna dan style tertentu. Kesimpulannya, elemen fasad Gedung Singa mencerminkan status sosial serta pengaruh budaya Eropa pada masa kolonial. Dokumentasi elemen-elemen fasad secara terperinci perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung kegiatan konservasi di masa depan.
Copyrights © 2025