Penerapan Viirtual Patient Simulations dalam kebidanan didasarkan pada kebutuhan untuk mengatasi tantangan praktik klinis secara nyata, meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling dalam pendidikan kebidanan menyediakan lingkungan yang aman untuk latihan tanpa resiko pada pasien serta menyesuakan diri dengan era digital dengan memungkinkan pembelajaran mandiri mencetak bidan kompeten yang siap menghadapi kompleksibilitas pelayanan kebidanan modern. Penilaian komunikasi bertujuan untuk membina hubungan yang baik antara bidan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikas dan konseling secara aman menjembatani kesenjangan teori dan praktik dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi klinis nyata lebih efektif sebelum berinteraksi langsung dengan pasien dilapangan. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design: one group pretest-posttest untuk mengetahui keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode Virtual Patient Simulation. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I program studi Sarjana Kebidanan Universitas Almuslim yang sedang belajar di semester 2 pada mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan sebanyak 36 mahasiswa. Analisa data pada penelitian ini dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 27 (75%) mahasiswa tidak terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling sebelum diterapkan metode virtual patients simulationts; setelah diterapkan metode virtual patients simulationts sebanyak 25 (69%) mahasiswa terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling terjadi peningkatan nilai mean yaitu 30,00 menjadi 70,00 dengan persentase kenaikan 49,6% dan nilai p 0,002 (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan Keterampilan Komunikasi dan Konseling Mahasiswa sebelum dan sesudah diterapkan metode Virtual Patients. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan.
Copyrights © 2026