Investasi berkelanjutan berdasarkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) semakin mendapat perhatian di Indonesia, didukung oleh komitmen nasional seperti Agenda 2030, RPJMN, dan POJK 51/2017. Namun, implementasinya masih lemah, berdasarkan peringkat Indonesia ke-36 dari 47 negara dalam praktik pelaporan ESG (IBCSD 2021) dan ke-22 dari 25 negara Asia Pasifik dalam Indeks Kinerja Lingkungan (EPI 2021). Generasi Z, yang mencakup 27,94% dari total populasi, merupakan kelompok strategis untuk mendorong adopsi investasi berkelanjutan karena memiliki karakteristik orientasi etika dan kepedulian terhadap isu-isu global. Studi ini menganalisis 125 investor Generasi Z Indonesia di perusahaan penerima ESG Star yang tercatat BEI menggunakan PLS-SEM dengan mengintegrasikan literasi keuangan, pengetahuan lingkungan, transparansi perusahaan, dan religiositas. Berdasarkan hasil penelitian, keterbukaan perusahaan merupakan elemen yang paling signifikan, diikuti oleh literasi keuangan, sedangkan pengetahuan lingkungan dan agama tidak memiliki pengaruh langsung. Religiositas memengaruhi keputusan secara tidak langsung melalui sensitivitas terhadap pengungkapan informasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan sinyal bisnis dan kapasitas keuangan merupakan faktor yang lebih penting dalam pengambilan keputusan investasi berbasis ESG Generasi Z. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ESG dan penguatan literasi keuangan berkelanjutan merupakan langkah strategis untuk memperluas minat pada investasi berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026