Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga dalam mendukung pembentukan bakat seni anggota Teater Abu-Abu di SMK Antartika 2 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif dan wawancara mendalam pada 3 (tiga) keluarga Informan yang selanjutnya dilakukan validasi data menggunakan triangulasi sumber dan metode Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan dalam komunikasi memungkinkan anak merasa didukung secara emosional dan termotivasi dalam mengembangkan bakatnya. Empati dari orang tua membangun kedekatan emosional yang memperkuat rasa percaya diri anak. Sikap mendukung terlihat dari dukungan emosional dan finansial yang diberikan orang tua dalam pengembangan minat di bidang teater. Sikap positif ditunjukkan melalui apresiasi orang tua atas pencapaian anak, sementara kesetaraan memberikan ruang bagi anak untuk berpendapat meskipun keputusan akhir tetap di tangan orang tua. Pola komunikasi yang terbuka, empatik, dan mendukung berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri dan prestasi anak di bidang seni. Pola komunikasi persamaan memberikan ruang lebih besar bagi anak untuk berkembang, sedangkan pola seimbang terpisah dan tak seimbang terpisah membatasi partisipasi anak dalam pengambilan keputusan. Jika diklasifikasikan, terdapat 3 (tiga) pola komunikasi keluarga yang berkontribusi pada pengembangan bakat teater siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo yaitu Pola Komunikasi persamaan, Pola Komunikasi tak seimbang terpisah dan Pola komunikasi seimbang terpisah.
Copyrights © 2025