Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat tail-cuff. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) & (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% & 0%), kontrol (+) (198,32% & 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% & 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% & 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% & 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.
Copyrights © 2026