Biji alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat diformulasikan dalam bentuk patch. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas transdermal patch biji alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antidiabetik pada tikus (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode pre-post design dengan 5 kelompok yaitu kelompok (patch tanpa ekstrak), kontrol positif (Insulin), kemudian kelompok F1, F2, dan F3 dengan masing-masing konsentrasi 9%, 18%, dan 36%. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik serta aktivitas antidiabetes dengan cara menginduksi secara intraperitonial pada tikus menggunakan larutan aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat yang diformulasikan dalam bentuk sediaan transdermal patch memenuhi syarat mutu fisik dan mempunyai aktivitas antidiabetes dengan rata-rata persen penurunan F0 (tanpa ekstrak) 4,5%; F1 12,0%; F2 16,0%; F3 21,1%; dan K (+) 24,9%. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik analisis varian (ANAVA) menunjukkan hasil statistik berbeda secara signifikan yang ditandai nilai sig 0,001< 0,05.
Copyrights © 2026