Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memerlukan penilaian yang objektif dan akurat, khususnya pada aspek fisik seperti tinggi badan dan berat badan. Namun, penilaian secara manual berpotensi menimbulkan subjektivitas dan ketidakkonsistenan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Logika Fuzzy Tsukamoto dalam menentukan kelayakan calon Paskibraka berdasarkan kriteria tinggi badan dan berat badan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan tahapan fuzzyfikasi, pembentukan rule base, inferensi, dan defuzzyfikasi untuk menghasilkan nilai kelayakan yang bersifat tegas (crisp). Hasil perhitungan pada data sampel menunjukkan nilai kelayakan sebesar 43,33 yang termasuk dalam kategori Tidak Layak. Dengan demikian, metode Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan untuk membantu panitia seleksi dalam menentukan kelayakan calon Paskibraka secara lebih objektif dan sistematis.
Copyrights © 2026