Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian negara, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan resmi karena kurangnya pemahaman tentang dunia keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pemahaman tentang keuangan mempengaruhi minat, persepsi manfaat, serta persepsi risiko dalam menggunakan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha kecil menengah di Desa Sukadana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dan prediktif, dengan cara mengumpulkan data melalui survei menggunakan kuesioner kepada 53 pelaku UMKM Dari total 106 UMKM yang jenis usahanya teridentifikasi berdasarkan data desa. Analisis data dilakukan dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan tiga model regresi yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan tidak berdampak besar terhadap ketertarikan UMKM atau pandangan mereka mengenai manfaat pinjaman KUR. Namun, pemahaman tentang keuangan mempengaruhi cara seseorang melihat resiko dalam memperoleh pinjaman KUR. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan UMKM dalam memahami risiko pembiayaan lebih meningkat karena literasi keuangan, dibandingkan dengan meningkatkan minat atau persepsi manfaat terhadap KUR
Copyrights © 2026