Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan strategi pemasaran, khususnya melalui pemanfaatan beauty influencer dalam industri kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beauty influencer dan persepsi kualitas produk terhadap minat beli produk kosmetik Wardah di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 50 responden yang merupakan konsumen dan calon konsumen Wardah yang aktif menggunakan media sosial di wilayah Surakarta Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada periode September–November 2025, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty influencer berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk kosmetik Wardah, sedangkan persepsi kualitas produk tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa beauty influencer dan persepsi kualitas produk secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,09 menunjukkan bahwa 9% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh variabel beauty influencer dan persepsi kualitas produk, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran beauty influencer menjadi faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi minat beli konsumen dibandingkan persepsi kualitas produk.
Copyrights © 2026